Contoh Makalah Guru dan Implementasi Kurikulum


GURU DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM
PENGEMBANGAN KURIKULUM

Dosen pengampu : Fitri Arsih S.Pd

Disusun Oleh:

      NAMA
1. Sigit Purnomo
2. Tri Rahayu
3. Rudin
4. Awal Ramadan
Prodi : Bahasa dan Sastra Indonesia
Semester : 3 (tiga)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) YPM BANGKO
TA. 2011/2012




                                         BAB 6
    GURU DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM
A. IMPLEMENTASI KURIKULUM DAN PERMASALAHANYA
            permasalahan yang ada itu tidak di biarkan begitu saja oleh pemerintah, mulai tahun 1970 atau semenjak awal repelita sebagai usaha perbaikan telah di lakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan masyarakat dan pihak swasta lainya.
            Meskipun berbagai usaha telah di lakukan leh oemerintah untuk memecahkan persoalan yang ada namun berdasarkan beberapa pihak ternyata masih saja di jumpai kelemahan da kekurangan dalam penyelenggaraan pendidikan SD, SMP, maupun di jenjang pendidikan tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan kurikulum di anggap belum mengggembirakan dan masih perlu di tinkatkan, agar mereka dapat mempertenggung jawabkan tugas dan tanggung jawab sebagai impelementator kurikulum yang baik.


B. IMPLEMENTASI KURIKULUM
            Frase implementasi kurikulum  sudah di diskusikan oleh tokoh dan pakas pendidikan fullan 1982 mendefinisikan implementasi sebagai proses untuk melaksanakan ide, program atau seperengkat aktifitas  baru dengan harapan orang lain dapat menerima dan melakukan perubahan.
      Implementasi ini memiliki tiga pendekatan pembelajaran pelaksanaan yang berbeda.
1.   Mengembangkan implementasi di lakukan sebagai penyebaran kurikulum
       desain .
2.   Menekankan pada fase /prosespenyempurnaan.
       kata proses  pada pendekatan ini lebih mengutamakan interaksi
       antara
       pengembangan dan guru.

3.   Memandang implementasi sebagai bagian dari program kurikulum.
        Proses omplementasi di lakukan dengan mengikuti perkembangan dan
        mengadopsi program-program yang sudah di rencanakan dan sudah
        diorganisasikan dalam bentuk kurikulum.
        Berdasarkan ketiga pendekatan di atas pengertian implementasi kurikulum
        didefinisikan sebagai  pengajar dosen untuk melaksanakan melaksanakan
        kurikulum yang aktual.

C. 
IMPLEMENTASI  KURIKULUM.
         Dalam studi kurikilim implementasi di pandang sebagai    bagian dari
         pengembangan kurikulum, kurikulum dan silabus atau garis-garis besar
         pengajar yang telah di susun sedemikian rupa.
 
    Dari uraian di atas di ketahui bahwa  kurikulum yang disusun dan di tulis
     dalam bentuk program pendidikan atau pengajaran, kelihatanya perananya
     guru atas pengajaran sangat menentukan dalam pencapaian hasil belajar.
     Karena, sebagai implementator dan pengembangan guru dan staf berfungsi
     untuk memperkaya kurikulum, meningkatkan relevansi kurikulum dalm
     kebutuhan anak,masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan
     ilmu teknoligi dewasa.

            PENGEMBANGAN KURIKULUM
A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
    1. Prinsip-prinsip kurikulum
Ada beberapa prinsip  umum dalam pengembangan kurikulum.
    a. Relevan  (di luar kurikulum)
        Relevan memiliki tujuan,isi dan pembelajaran dalam
        kurikulum. Relevan memiliki tuntutan kebutuhan
        masyarakat .
    b. Relevan di dalam kurikulum)
        Relevan memiliki komponen-komponen kurikulum
        tujuan, isi, proses penyampaian dan penilaian.

                PRINSIP-PRINSIP KHUSUS
  Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyesuaian tujuan, isi, pengalaman belajar dan penilaian.


   Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan
tujuan pendidikan mencakup tujauan yang bersifat umum atau berjangkau panjang, menengah, dan jangka pendek.
Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada :
     1. ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah yang  di temukan dalam
         dokumen-dokumen lembaga.
     2. survei mengenai persepsi orang tua atau masyarakat.
     3. surfei tentang pandangan para ahli.
     4. surfei tentang Man Power.
     5. pengalaman Negara-negara lain dalam masalah yang sama.
     6. penelitian.
  Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan.
     1. perlu penjabaran tujuan pendidikan atau pengajaran kedalam bentuk
         perbuatan.
     2. isi bahan pelajaran harus meliputi segi pegetahuan, sikap, dan
         keterampilan.
     3. unit-unit kurikulum harus di susun dalam urutan yang logis dan
         sistematis.
    

  Perinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar
  mengajar.
      Prinsip dalam proses belajar ini yang di gunakanya  merupkan suatu
      pertanyaan-pertanyaan .
  Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan media
  dan alat pengajaran.
     1.  alat atau media pengajaran apa yang di pelukanya.
     2.  kalau ada alat yang harus di buat hendaknya harus
          memperhatiakan : bagai mana pembuatan, siapa yang
          membuat, pembiayaanya, waktu pembuatan.
     3.  bagai mana pengorganisasian alat dalam bahan
          pembelajaran yang berbentuk modul , paket belajar dll.
     4.  bagai mana pengorganisasianya dalam keseluruhan
          pembelajaran.
     5.  hasil yang terbaik akan di peroleh menggunakan
          multimedia

   Prinsip berkenaaan dengan pemilihan kegiatan
   penilaian
     1. dalam penyesuaian alat penilaian alat harus di ikuti dengan
          langkah-langkah tertentu.
     2. kedalam merencanakan suatu penilaian harus di perhatikan
          apa yang akan di nilainya.
     3. dalam pengolahan suatu hasil penilaian harus di perhatikan
          dalam urutanya .
B. pengembangan kurikulum
  1  peranan para administrator pendidikan
 Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dalam bidang studi perguruan tinggi beserta meminta persetujuanya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. Atas dasar kerangka dasar dan program inti para administrator daerah .

  2. peranan para ahli
partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum dapat mengembangkan kurikulum pada tingkat pusat.
   Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak di lakukan, maka partisipasi mereka pada tingkat daerah, lokal bahkan sekolah juga sangat di perlukan, sebab apa yang telah di gariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudah di pahami oleh para pengembang dan pelaksanaan di sekolah.
   3. peranan guru
peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid-murid dalam kelas, tetapi juga menilai implementasi  kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. Hasil-hasil penilaian akan sangat membantu pengembangan kurikulum untuk memahami hambatan-hambatan kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru
   4. peranan orang tua murid
dalam penyusunan kurikulum orang tua harus menerima laporan

Kemajuan anak-anaknya dari sekolaha berupa raport dll.
Orang tua juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan sekolah melalui berbagai kegiatan seperti diskusi, loka karya, seminar, pertemuan orang tua guru dll.
   C. faktor-faktor yang mempengaruhi
      perkembangan kurikulum.
   1. perguruan tinggi
   2. masyarakat.
   3. sisitem nilai
    D. artikulasi dan hambatan
        pengembangan kurikulum
1. hambatan pertama terletak pada guru.
2. kekurangan sesuai dengan pendapat, baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator.
3. kemampuan dan pengetahuan guru sendiri.

Model-model pengembangan kurikulum
   1. Administrative model
   2. The grass  roots model
   3. Beauchamp’s system
   4. Demonstration model
   5. Taba’s inverted model
   6. Roger interpresional relations model
   7. The systematic action-research model
   8. Emerging technical model

No comments:

Post a Comment

# Segala masukan, kritik dan saran akan sangat kami hargai demi meningkatkan kualitas blog ini.!!
# Komentar para sahabat akan langsung tampil tanpa dimoderasi, jadi tolong berkomentar yang sopan dan relevan!!